Pentingnya Pembentukan Karakter Anak

Sanur - Banyak tantangan yang dihadapi untuk menjadi orangtua masa kini. Salah satunya tantangan dalam mempersiapkan anak agar siap menghadapi dunia yang semakin kompetitif.

Imbauan ini juga diserukan oleh Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dra. Chamnah Wahyuni, MBA dalam acara Rakerda Program KKBPK Provinsi Bali di Sanur. Bahwa ada banyak tantangan yang dimiliki pasangan suami istri atau bakal orangtua ketika mempunyai anak. Salah satunya harus bisa membentuk anak yang berkarakter.

Pembentukkan karakter ini penting, mengingat ini akan menjadi modal anak menghadapi kehidupannya di masa depan.

"Paling penting itu karakter yang ditanamkan oleh orangtua. Karakter yang harus dibentuk pelan-pelan yakni, integritas, etos kerja dan gotong royong. Nilai karakter itu tumbuh berawal dari keluarga," papar Chamnah.

Untuk itu, nilai-nilai tersebut harus ditanamkan sejak kecil. Dan dari pasutri atau orangtua, perlu rencana yang matang dalam berkeluarga.

"Jangan sembarangan melahirkan anak. Dua anak cukup dengan rentan usia lima tahun agar melahirkan generasi yang kompetitif. Kesehatan sang ibu juga perlu diperhatikan karena mereka yang akan lebih dekat dengan anak, makanya, seorang wanita menikah harus lebih dari 21 tahun. Kurang dari itu banyak risikonya," tegas Chamnah.

Pola Asuh Untuk Generasi Berkualitas

Orangtua terbaik bukanlah mereka yang menyerahkan urusan pengasuhan kepada orang lain. Karenanya, orangtua harus memiliki konsep pengasuhan yang berkualitas agar terlahir generasi yang berkualitas pula.

Pengasuhan revolusi mental; Pengasuhan yang baik menghasilkan anak dengan kepribadian yang baik pula. Anak menjadi cerdas, memiliki kemampuan bersosialisasi yang mumpuni, percaya diri, mandiri, bertanggung jawab, tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang buruk serta mampu menghadapi tantangan dalam kehidupan kelak.

Pengasuhan dengan penuh kasih sayang; Setiap anak berhak mendapatkan pengasuhan dengan penuh kasih sayang. Anak yang hidupnya dipenuhi kasih sayang tulus dari orangtua berdampak pula pada diri anak yang mempunyai empati tinggi dan peduli terhadap sesama.

Pengasuhan berkualitas; Pengasuhan ini mencakup, perawatan kesehatan dan gizi, pemenuhan kasih sayang, dan stimulasi. Ketika pengasuhan ini harus berjalan beriringan agar anak dapat tumbuh kembang secara optimal. (okezone)